
Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK), Jusri, kembali mengharumkan nama program studi dan universitas setelah berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi pada Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) 8 dan Gebyar Nasional Essay Siswa dan Mahasiswa (GENESIS) ke-5 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, pada 11–12 Juli 2026.
Pada kompetisi ilmiah tingkat nasional tersebut, Jusri yang tergabung dalam beberapa tim lintas disiplin berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum GENESIS 5, Juara 1, Juara 3, dua Gold Medal, satu Bronze Medal, Best Presentation, Favorite Poster, dan Best Poster.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda dan Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi (PRISMA) bekerja sama dengan Universitas Andalas, Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB HAS), Universitas Bung Hatta, serta Universitas Janabadra tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan ilmiah dan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional melalui pendekatan berbasis riset. Prestasi tertinggi diraih melalui karya berjudul SMART-SMONG, yang berhasil meraih Juara 1 GENESIS 5, Gold Medal Kategori Pariwisata dan Budaya, Best Presentation, serta Favorite Poster. Dalam tim ini, Jusri berkolaborasi dengan Khairun Nisa dan Hafizh Rafida Althaf dari Program Studi Kimia.
Melalui inovasi tersebut, tim mengangkat kearifan lokal masyarakat Simeulue, yaitu budaya Smong, menjadi konsep smart cultural tourism berbasis teknologi dan keberlanjutan. Gagasan ini tidak hanya berupaya melestarikan warisan budaya lokal sebagai media edukasi mitigasi tsunami, tetapi juga memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia melalui pemanfaatan teknologi.
Prestasi berikutnya diraih melalui karya BIOSHRIMP, yang memperoleh Juara 3 GENESIS 5, Gold Medal Kategori Lingkungan, serta Best Poster. Pada penelitian ini, Jusri berkolaborasi dengan Muhammad Idris (Teknik Industri USK), Khairun Nisa, dan Cut Fania Salsabila (UPN Veteran Yogyakarta) di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng.
Inovasi BIOSHRIMP menawarkan pemanfaatan limbah tambak udang sebagai sumber energi biogas ramah lingkungan untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan ketahanan pangan melalui pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Sementara itu, karya RAWA PINTER Aceh berhasil meraih Bronze Medal Kategori Teknologi. Inovasi ini mengusulkan sistem perikanan berbasis kawasan dataran resapan banjir yang dipadukan dengan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai solusi mitigasi banjir sekaligus pengembangan sistem budidaya perairan yang adaptif di Kabupaten Pidie Jaya.
Keberhasilan Jusri bersama tim menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan nyata di masyarakat. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Budidaya Perairan Universitas Syiah Kuala dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi, melakukan riset, dan berkompetisi di tingkat nasional. Selain menjadi kebanggaan bagi Program Studi Budidaya Perairan, berbagai inovasi yang dihasilkan juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi SMART-SMONGberkontribusi pada SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian budaya lokal dan penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pariwisata.
Sementara itu, BIOSHRIMP mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pengembangan energi terbarukan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna, serta SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan. Adapun RAWA PINTER Aceh berkontribusi pada SDG 13 (Climate Action) melalui inovasi mitigasi banjir berbasis teknologi, sekaligus mendukung SDG 14 (Life Below Water) melalui pengembangan sistem budidaya perairan yang adaptif dan berkelanjutan.
Ketua Program Studi Budidaya Perairan mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa Budidaya Perairan mampu bersaing di tingkat nasional melalui gagasan-gagasan inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Comments are closed