Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Universitas Syiah Kuala (USK), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bersama tim mahasiswa lintas fakultas, mereka berhasil meraih medali perunggu (bronze medal) pada ajang Bandung Essay Competition (BEC) 2026 yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 10–11 April 2026.

Kompetisi esai tingkat nasional ini mengusung tema “Menjawab Tantangan Zaman: Peran Pemuda dalam Menentukan Arah Indonesia” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dalam ajang tersebut, Jusri sebagai ketua tim bersama anggota timnya dari Universitas Syiah Kuala berhasil tampil kompetitif dengan mengusung inovasi bertajuk “Rawa Pintar Aceh”.Gagasan ini merupakan inovasi berbasis teknologi yang mengintegrasikan upaya mitigasi bencana dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Inovasi tersebut sekaligus mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kapasitas intelektual serta inovasi berbasis ilmu pengetahuan.
Inovasi “Rawa Pintar Aceh” dirancang sebagai solusi adaptif untuk wilayah rawan banjir, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya. Konsep ini mengembangkan sistem ekosistem perikanan berbasis floodplain yang dipadukan dengan teknologi sensor kualitas air berbasis Internet of Things (IoT). Melalui pendekatan ini, sistem mampu memantau parameter kualitas air dan tinggi muka air secara real-time, sehingga memberikan manfaat ganda dalam pengelolaan sumber daya perairan. Lebih jauh, inovasi ini memiliki potensi dalam mendukung SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) dengan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya perikanan sebagai sumber pangan bergizi bagi masyarakat.
Di sisi lain, sistem ini tidak hanya berfungsi untuk mengoptimalkan kegiatan budidaya, tetapi juga sebagai sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi banjir. Hal ini menjadi penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana hidrometeorolog, sekaligus meminimalkan risiko kerugian ekonomi yang kerap dialami oleh masyarakat pesisir dan perairan darat. Dengan demikian, inovasi ini turut berkontribusi pada pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui upaya penguatan ketahanan ekonomi masyarakat berbasis sektor perikanan.
Ke depan, inovasi “Rawa Pintar Aceh” diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai proyek percontohan (pilot project) di berbagai wilayah rawan banjir di Aceh. Dengan dukungan teknologi berbasis IoT serta keterlibatan aktif masyarakat, sistem ini memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas akses terhadap pengetahuan dan teknologi. Prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Budidaya Perairan FKP USK dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan di Indonesia.
Comments are closed